Unri Conference Series: Agriculture and Food Security http://conference.unri.ac.id/index.php/unricsagr <p><strong>Unri Conference Series: Agriculture and Food Security</strong> is an open-access series of conference proceedings. This open-access platform publishing the articles in the discipline of agriculture. The series is registered with ISSN&nbsp;<a title="Online ISSN" href="http://issn.pdii.lipi.go.id/issn.cgi?daftar&amp;1548947640&amp;1&amp;&amp;" target="_blank" rel="noopener">2656-3568</a>.</p> Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau en-US Unri Conference Series: Agriculture and Food Security 2656-3568 <p>The article by Author(s) is licensed under a&nbsp;<a href="http://creativecommons.org/licenses/by/4.0/" rel="license">Creative Commons Attribution 4.0 International License</a>. This license permits unrestricted use, distribution, and&nbsp;reproduction in any medium, provided the original author and source are credited.</p> Seminar Nasional Pembangunan Pertanian dan Pedesaan 2018 http://conference.unri.ac.id/index.php/unricsagr/article/view/p1 <p>Puji dan syukur kami haturkan kehadirat Allah SWT atas limpahan rahmat dan hidayah-Nya sehingga prosiding ini dapat diselesaikan dengan baik. Prosiding ini berisi kumpulan makalah yang telah dipresentasikan dan didiskusikan dalam Seminar Nasional Pembangunan Pertanian dan Pedesaan yang dilaksanakan oleh Pusat Studi Perkebunan, Gambut, dan Pedesaan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau (LPPM Universitas Riau) pada hari Rabu, 26 September 2018 , dengan mengangkat tema <strong>Optimalisasi Pemanfaatan Lahan dan Reforma Agraria dalam Mewujudkan Pembangunan Berkelanjutan</strong>.</p> <p>Prosiding ini disusun untuk mendokumentasikan gagasan dan hasil penelitian terkait dengan pembangunan pertanian dan pedesaan. Prosiding ini diharapkan dapat memberikan wawasan tentang pembangunan pertanian berkelanjutan di masa yang akan datang. Dengan demikian, hasil penelitian dalam prosiding ini dapat dijadikan sebagai rujukan dan dapat memotivasi terwujudnya pembangunan pertanian yang berkelanjutan.</p> <p>Dalam penyelesaian prosiding ini, kami menyadari bahwa dalam proses penyelesaiannya tidak terlepas dari bantuan berbagai pihak. Untuk itu kami menyampaikan ucapan terima kasih kepada Rektor Universitas Riau, Prof. Dr. Ir. Aras Mulyadi, DEA.; Ketua LPPM Universitas Riau, Prof. Dr. Almasdi Syahza, SE, MP yang telah mengarahkan kegiatan ini sehingga terlaksana dengan baik; Dr. Syaiful Bahri, M.Si sebagai penanggungjawab pada kegiatan ini; seluruh pembicara kunci/<em>keynote speaker</em>, Prof. Dr. Tahlim Sudaryanto, MS; Sri Mujitono, SH,MH; Prof. Dr. Ir. Hermanto Siregar, SE, MP; Prof. Almasdi Syahza, SE, MP; dan Ir. Dian Novarina, M.Sc., dan; Peserta seminar nasional yang telah menyumbangkan artikel hasil penelitian dan pemikiran ilmiahnya dalam kegaitan seminar nasional ini.</p> <p>Kami menyadari masih terdapat kekurangan dan kelemahan pada prosiding ini, untuk itu kritik dan saran yang bersifat membangun akan kami terima dengan senang hati. Akhir kata kami berharap prosiding ini bermanfaat bagi seluruh pihak yang terkait.</p> <p><strong>Ketua Panitia</strong></p> <p><strong>Dr. Djaimi Bakce, SP., M.Si</strong></p> Djaimi Bakce ##submission.copyrightStatement## 2019-01-29 2019-01-29 1 10.31258/unricsagr.1p1 Peer-review Statement http://conference.unri.ac.id/index.php/unricsagr/article/view/p2 <p>All articles published in this volume of Unri Conference Series have been peer reviewed through processes administered by the conference committee. Reviews were conducted by expert referees to the professional and scientific standards expected of a proceedings journal published by Universitas Riau.</p> ##submission.copyrightStatement## 2019-01-29 2019-01-29 1 10.31258/unricsagr.1p2 Karakterisasi Morfologi Malai Plasma Nutfah Padi Lokal Asal Kabupaten Rokan Hilir, Riau http://conference.unri.ac.id/index.php/unricsagr/article/view/a1 <p>Introduksi varietas padi unggul dan konversi lahan sawah yang terjadi diberbagai daerah di Indonesia menyebabkan tergerusnya keragaman genetik padi lokal. Peningkatan dan pelestarian genetik padi dapat dilakukan melalui kegiatan eksplorasi dan karakterisasi. Kabupaten Rokan Hilir merupakan salah sentra produksi padi di Provinsi Riau dan diindikasikan memiliki banyak plasma nutfah padi lokal. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data keragaan dan hubungan kekerabatan plasma nutfah padi lokal asal Kabupaten Rokan Hilir berdasarkan karakter morfologi malai. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kualitatif bersifat deskriptif analisis, meliputi karakterisasi dan analisis kekerabatan. Hasil analisis kekerabatan terhadap karakter morfologi 16 plasma nutfah padi lokal asal Kabupaten Rokan Hilir terbagi atas 6 kelompok pada koefisien kemiripan 0,45 (45 %). Kelompok I, II, dan IV masing-masing terdiri atas empat aksesi. Kelompok III dan VI masing-masing terdiri atas satu aksesi. Kelompok V terdiri atas dua aksesi. Plasma nutfah padi lokal Kabupaten Rokan Hilir menunjukan keragaan karakter morfologi malai yang cukup beragam.</p> Ngatiman Ngatiman Supriyadi Supriyadi Isnaini Isnaini ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2019-01-29 2019-01-29 1 1 7 10.31258/unricsagr.1a1 Harapan dan Kenyataan: Implementasi Reformasi Agraria di Provinsi Riau http://conference.unri.ac.id/index.php/unricsagr/article/view/a2 <p>Ketidakseimbangan pemilikan tanah paling banyak menimbulkan masalah dan mensengsarakan rakyat hingga saat ini. Tulisan ini mencoba menelaahan implementasi kebijakan reformasi agraria dan permasalahannya di Provinsi Riau dalam bentuk model policy paper. Implementasi reformasi agraria di provinsi Riau hingga saat ini dapat dikatakan sama sekali macet dalam pelaksanaannya, hal ini terutama disebabkan oleh kurangnya kemauan politik pemerintah daerah serta kebijakan pembangunan yang lebih mengarah pada upaya mengejar pertumbuhan tanpa memperhatikan pemerataan ekonomi. Sehingga diperlukan sebuah alternatif strategi pembangunan agraria yang diwujudkan dalam reformasi agraria melalui membangun Sistem Informasi Pertanahan (SIP) yang berbasis desa/kelurahan pada pemerintahan kabupaten/kota.</p> Gevisioner Gevisioner ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2019-01-29 2019-01-29 1 8 14 10.31258/unricsagr.1a2 Optimasi Produksi Usahatani Karet di Kecamatan Tapung Hulu Kabupaten Kampar http://conference.unri.ac.id/index.php/unricsagr/article/view/a3 <p>Perkebunan Karet rakyat di Kecamatan Tapung Hulu pada umum belum mencapai tingkat produktivtas yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor dominan yang mempengaruhi produksi karet, tingkat efisiensi produksi dari aspek efisiensi teknis, alokatif dan ekonomi dan produksi optimum usahatani karet. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode survei yang berlokasi di Kecamatan Tapung Hulu Kabupaten Kampar. Data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh dengan menggunakan metode wawancara. Sampel diambil dengan metode simple random sampling dengan 45 petani karet. Analisis data menggunakan statistik infrensia dengan regresi linear berganda dan metode Data Enveloment Analysis (DEA). Hasil Penelitian menunjukkan bahwa faktor dominan yang mempengaruhi produksi karet adalah tenaga kerja, pupuk TSP dan herbisida. Ketiga faktor produksi tersebut signifikan dan bepengaruh positif terhadap produksi karet dengan elastisitas produksi inlastis. Hasil analisis DEA menunjukkan bahwa pada umumnya petani karet inefisiensi secara teknis, alokatif dan ekonomi. Banyak petani yang inefisiensi secara teknis dan alokatif serta ekonomi disebabkan petani belum menggunakan faktor produksi yang efisien. Faktor produksi yang digunakan petani lebih rendah dari yang direkomendasikan. Dengan demikian perlu penyuluhan kepada petani karet tentang penggunaan input yang efisien.</p> Elinur Elinur Heriyanto Heriyanto Joko Saputra ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2019-01-29 2019-01-29 1 15 25 10.31258/unricsagr.1a3 Analisis Pendapatan Usahatani Keladi di Kepenghuluan Darussalam Kecamatan Sinaboi Kabupaten Rokan Hilir http://conference.unri.ac.id/index.php/unricsagr/article/view/a4 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biaya produksi, pendapatan, dan kelayakan usahatani keladi di Kepenghuluan Darussalam Kecamatan Sinaboi Kabupaten Rokan Hilir. Penelitian menggunakan metode survei. Teknik pengambilan sampel secara purposive sampling yaitu petani keladi yang memiliki lahan ≥ 1 Ha diambil sampel sebanyak 30 orang. Jenis data dan sumber data adalah data primer dan sekunder. Model analisis yang digunakan adalah analisis biaya produksi, pendapatan, keuntungan dengan rumus π=TR-TC dan kelayakan usahatani secara ekonomi dengan formula RCR = TR/TC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata biaya produksi usahatani keladi sebesar Rp 9.989.725,34/Ha/MT) terdiri dari biaya variabel sebesar Rp 7.456.316,00/Ha/MT dan biaya tetap sebesar Rp 2.533.409,34/Ha/MT dengan pendapatan rata-rata sebesar 22.566.848,00/Ha/MT dan rata-rata keuntungan sebesar Rp 12.577.122,66/Ha/MT. Analisis R/C ratio usahatani keladi di Kepenghuluan Darussalam Kecamatan Sinaboi Kabupaten Rokan Hilir sebesar 2,26 berarti usahatani keladi yang dilakukan secara ekonomi layak untuk diusahakan.</p> Eliza Eliza Ermi Tety Yuliansyah Putra ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2019-01-30 2019-01-30 1 26 33 10.31258/unricsagr.1a4 Optimalisasi Input dan Pengaruhnya terhadap Produksi Usahatani Bawang Merah di Desa Sungai Geringging Kecamatan Kampar Kiri Kabupaten Kampar http://conference.unri.ac.id/index.php/unricsagr/article/view/a5 <p>Jumlah produksi dan tingkat penggunaan input optimal merupakan faktor determinan yang cukup kuat mempengaruhi keputusan untuk mendorong pengembangan dan peningkatan produksi di tingkat lokal. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi produksi dan optimalisasi penggunaan input usahatani bawang merah. Penelitian dilakukan di Desa Sungai Geringging Kecamatan Kampar Kiri Kabupaten Kampar pada bulan April hingga Agustus 2018. Analisis regresi linier berganda untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi produksi dilanjutkan dengan uji optimasi penggunaan input produksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bibit, pupuk dolomit, pestisida furadan dan tenaga kerja dalam keluarga berpengaruh positif sedangkan luas tanam dan pupuk kandang berpengaruh negatif terhadap produksi usahatani bawang merah. Untuk mendapatkan tingkat produksi yang maksimal maka penggunaan pupuk kandang dikurangi sedangkan bibit, pupuk dolomit, pestisida furadan dan tenaga kerja dalam keluarga perlu ditambah karena jumlahnya belum optimal.</p> Sri Ayu Kurniati Darus Darus ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2019-01-30 2019-01-30 1 34 39 10.31258/unricsagr.1a5 Dinamika Penggunaan, Kebakaran, dan Upaya Restorasi Lahan Gambut: Studi Kasus di Desa Tanjung Leban, Bengkalis http://conference.unri.ac.id/index.php/unricsagr/article/view/a6 <p>Pemanfaatan lahan gambut dalam kegiatan pertanian, terutama untuk perkebunan menjadi sorotan akhir-akhir ini, akibat terjadinya kebakaran lahan gambut sebagai penyebab bencana asap selama 18 tahun di Indonesia. Tulisan ini bertujuan menguraikan persoalan penggunaan lahan gambut, kejadian kebakaran, dan restorasi lahan gambut dari perspektif sosial ekonomi. Telah dilakukan penelitian dengan pendekatan studi kasus di Desa Tanjung Leban, Kecamatan Bandar Laksamana, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara terstruktur dan mendalam, FGD, dan observasi partisipatif dengan cara tinggal bersama masyarakat. Dari data yang dikumpulkan, dapat dikatakan bahwa persoalan lahan untuk pertanian adalah kompleks, terutama persoalan kepemilikan lahan oleh orang luar Desa. Masyarakat pada umumnya latah melakukan budidaya tanaman sawit, namun sayangnya lahan selalu terbakar secara berulang. Kemudian ada upaya kegiatan restorasi gambut, sebagai usaha pemulihan lahan gambut terdegradasi akibat kekeringan dan kebakaran. Akan tetapi kegiatan restorasi tidak mudah dilakukan, dimana masyarakat merasakan bahwa restorasi adalah pilihan yang baik untuk menghindari kebakaran lahan gambut berulang, namun mereka mempertanyakan keuntungan ekonomi langsung dan kendala teknis seperti banjir yang mengganggu tanaman sawit yang dibudidayakan. Dari studi kasus ini tetap menyisakan pertanyaan upaya strategis apa yag dapat dilakukan dalam kegiatan restorasi gambut guna mendukung pengelolaan lahan yang berkelanjutan.</p> Arifudin Arifudin Almasdi Syahza Osamu Kozan Kei Mizuno Kosuke Mizuno Zuli Laili Isnaini Wahyu Iskandar Sunawiruddin Hadi Asnawi Asnawi Ayu Aizatul Natasya Hasrullah Hasrullah ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2019-01-29 2019-01-29 1 40 45 10.31258/unricsagr.1a6 Optimalisasi Pemanfaatan Lahan Perkebunan Kelapa Sawit di Riau http://conference.unri.ac.id/index.php/unricsagr/article/view/a7 <p>Permintaan minyak sawit yang meningkat dengan pesat sejak tahun 2000an telah direspon oleh investor dan masyarakat di Indonesia dengan membangun kebun-kebun baru. Tingkat pengetahuan masyarakat yang rendah menyebabkan peningkatan produktivitas kebun sawit dirasakan lebih sulit dibandingkan dengan membangun kebun baru. Permasalahan timbul ketika ekspansi kebun-kebun baru terjadi secara ilegal sehingga tidak terkontrol oleh pemerintah. Pengembangan kebun kelapa sawit tidak saja dilakukan di kawasan yang sesuai dan dialokasikan untuk budidaya kelapa sawit tetapi juga merambah ke kawasan hutan dan lahan gambut. Lahan mineral yang ada sebagian besar telah dikuasai oleh perusahaan-perusahaan besar sehingga pengembangan kebun-kebun baru oleh perusahaan menengah dan kecil dilakukan pada lahan-lahan gambut. Tingkat deforestasi hutan dan degradasi lahan gambut yang sangat masif menjadi isu penting pemanfaatan lahan yang berkelanjutan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis optimalisasi pemanfaatan lahan oleh perkebunan kelapa sawit di Provinsi Riau. Studi ini dilakukan dengan menggunakan studi literature terutama dokumen-dokumen pemerintah dan hasil penelitian terdahulu. Dengan menggunakan analisis kuantitatif dan kualitatif, studi ini mengamati penggunaan lahan perkebunan kelapa sawit, faktor-faktor yang mempengaruhi ekspansi perkebunan kelapa sawit, produktivitas kebun-kebun kelapa sawit dibandingkan dengan potensi produksi, dan alternatif tindakan yang mungkin dilakukan untuk mengurangi deforestasi hutan dan degradasi lahan gambut.</p> Sakti Hutabarat ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2019-01-30 2019-01-30 1 46 57 10.31258/unricsagr.1a7 Potensi Konflik Lahan Perkebunan Kelapa Sawit http://conference.unri.ac.id/index.php/unricsagr/article/view/a8 <p>Potensi konflik lahan di Provinsi Riau 1.972.699 ha yang terdiri dari konflik di kawasan hutan lindung, hutan produksi konversi, hutan produksi terbatas dan kawasan konservasi. Konflik tersebut karena pluralisme hukum antara pemerintah dengan masyarakat, pemerintah dengan koporasi, dan korporasi dengan masyarakat. Konflik tersebut akan semakin bertambah seiring dengan meningkatnya kebutuhan lahan oleh masyarakat untuk kepentingan ektensifikasi lahan perkebunan kelapa sawit. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan konflik lahan yang terjadi berdasarkan status kawasan, pola ruang, perizinan dan pemanfaatan lahan untuk perkebunan kelapa sawit serta pihak yang terlibat didalamnya. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan melakukan overlay berbagai peta. Hasil overlay selanjutnya ditabulasi dan didiskripsikan berdasarkan kriteria peta konflik. Hasil penelitian menunjukan bahwa berdasarkan peta tutupan lahan, konflik lahan perkebunan mencapai 51,19% dan pertanian lahan kering campur semak termasuk didalamnya perkebunan kelapa sawit rakyat 40,42%. Kesimpulan bahwa potensi konflik lahan terbesar berada lahan perkebunan kelapa sawit baik yang dikuasai korporasi maupun mayarakat sebagai perkebunan kelapa sawit rakyat sehingga sulit mendapatkan legalitas lahan.</p> Riyadi Mustofa Riati Bakce ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2019-01-30 2019-01-30 1 58 66 10.31258/unricsagr.1a8 Uji Beberapa Konsentrasi Tepung Bunga Cengkeh (Syzygium aromaticum (L.) Merr. dan Perry) untuk Mengendalikan Hama Sitophilus zeamais M. pada Biji Jagung di Penyimpanan http://conference.unri.ac.id/index.php/unricsagr/article/view/a9 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi tepung bunga cengkeh terbaik dalam mengendalikan hama <em>S. zeamais</em> pada biji jagung di penyimpanan. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan lima ulangan sehingga diperoleh 20 unit percobaan. Perlakuan merupakan konsentrasi tepung bunga cengkeh, yaitu 0%, 3%, 6% dan 9%. Parameter pengamatan meliputi waktu awal kematian, lethal time 50 (LT50), mortalitas harian, mortalitas total, penyusutan berat biji jagung, kerusakan biji jagung, dan pertambahan individu <em>S. zeamais</em> pada generasi pertama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian tepung bunga cengkeh konsentrasi 9% menyebabkan terjadinya waktu awal kematian tercepat yaitu 303,60 jam, mortalitas harian 4%, mortalitas total 24%, penyusutan berat biji jagung 3,80%, kerusakan biji jagung 12,86%, dan rata-rata jumlah pertambahan individu <em>S. zeamais</em> 23,00 ekor. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa pemberian tepung bunga cengkeh konsentrasi 9% cenderung memberikan hasil terbaik untuk mematikan <em>S. zeamais</em>, namun belum efektif dalam mengendalikan hama <em>S. zeamais</em> di penyimpanan.</p> Rini Chindy Faqy Rusli Rustam ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2019-01-30 2019-01-30 1 67 77 10.31258/unricsagr.1a9 Ketebalan Mulsa Tandan Kosong Kelapa Sawit Pengaruhnya terhadap Oryctes rhinoceros dan Peningkatan Hara Tanah pada Ekosistem Kelapa Sawit http://conference.unri.ac.id/index.php/unricsagr/article/view/a10 <p>Hama utama yang menyerang kelapa sawit adalah hama kumbang tanduk (Oryctes rhinoceros). Aplikasi tandan kosong kelapa sawit (TKKS) pada budidaya kelapa sawit yang berfungsi sebagai mulsa dan kompos, sebaliknya O. rhinoceros justru meningkat populasinya dengan aplikasi TKKS. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan aplikasi berbagai ketebalan lapisan TKKS pengaruh terhadap O. rhinoceros dan peningkatan kimia tanah. Penelitian menggunakan metoda eksperimen dalam rancangan acak lengkap dengan 3 perlakuan dan 5 ulangan. Uji lanjut dengan BNT taraf 5%. Perlakuannya adalah ketebalan lapisan TKKS yaitu 1 lapis, 2 lapis dan 3 lapis. Parameter pengamatan adalah populasi pradewasa (telur, larva, dan pupa) O. rhinoceros. Pengaruh terhadap peningkatan kadar hara pengamatan analisis kimia tanah dilakukan diawal penelitian dan diakhir setelah 3 bulan aplikasi TKKS sebanyak 1 lapis. Pengamatan meliputi peningkatan pH H2O, C organik, N total, P total dan K total. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada ketebalan TKKS 1 lapis dan 2 lapis populasi pradewasa O rhinoceros sama yaitu 4,60 ekor, sedangkan pada TKKS 3 lapis yaitu 18,8 ekor. Dengan demikian pada ketebalan TKKS 1 dan 2 lapis bisa diaplikasi sebagai mulsa karena tidak berdampak besar terhadap populasi pradewasa O. rhinoceros. Aplikasi TKKS meningkatkan hara tanah sebagai berikut pH H2O dari 3,32 menjadi 5,36, C organik dari 8,86% menjadi 13,09%, N total dari 0,1% menjadi 0,45 %, P total dari 44,01 menjadi 54,82 mg/100, K total dari 14,03 menjadi 187,06.</p> Hafiz Fauzana Wardati Wardati Al Ikhsan Amri ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2019-01-30 2019-01-30 1 78 83 10.31258/unricsagr.1a10 Pemberdayaan Lahan Tidur (Kebun PKK) dengan Tanaman Jagung Manis (Zea mays saccharata, Sturt) di Kelurahan Simpangtiga http://conference.unri.ac.id/index.php/unricsagr/article/view/a11 <p>Lahan terbuka yang diprogramkan sebagai kebun PKK di Kelurahan Simpangtiga terlihat memprihatinkan, tidak ada tanaman budidaya yang di tanam di kebun tersebut. Kebun PKK yang digarap merupakan pekarangan warga yang tidak dimanfaatkan, tetapi pengelolaannya sangat terbatas. Kegiatan pemberdayaan kebun PKK tersebut dengan tanaman jagung manis menjadi salah satu alternatif untuk menjadikan lahan tersebut berdayaguna, dan berhasil guna. Metode yang digunakan adalah penyuluhan, demontrasi, pendampingan, dan evaluasi. Hasil yang diperoleh memperlihatkan bahwa Pengetahuan ibu-ibu PKK meningkat dengan kegiatan penyuluhan yang dilaksanakan, berdasarkan evaluasi kuisioner setelah kegiatan. Hasil yang diperoleh memperlihatkan bahwa kebun PKK yang dikelola dengan baik akan menghasilkan produksi pangan alternatif yang dapat memenuhi kebutuhan anggota PKK, dan dapat menjadi sumber pemasukan bagi kas organisasi. Pengelolaan kebun PKK yang berupa lahan tidur harus dirumuskan dengan suatu kebijakan dari aparat Kelurahan, sehinggan tidak muncul kepentingan pribadi setelah kebun PKK berhasil guna. Perlunya kesadaran masyarakat akan kebutuhan pangan keluarga yang tidak dibebankan kepada pemerintah, tetapi menjadi tanggungjawab masyarakat juga dengan mengelola sumber daya alam yang ada.</p> Surtinah Surtinah Niken Nurwati ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2019-01-30 2019-01-30 1 84 87 10.31258/unricsagr.1a11 Analisis Saluran Pemasaran dan Marjin Pemasaran Bahan Olahan Karet Rakyat (Bokar) di Kabupaten Kampar http://conference.unri.ac.id/index.php/unricsagr/article/view/a12 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui saluran pemasaran yang paling efisien yang digunakan oleh petani karet di lokasi penelitian dan untuk mengetahui besarnya nilai keuntungan masing-masing lembaga pemasaran pada setiap saluran pemasaran. Metode penelitian untuk melihat efisiensi pemasaran digunakan analisis margin pemasaran, farmer’s share, dan Profitability Index. Penentuan responden dilakukan secara purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 84 orang, yaitu petani karet 75 orang dan pedagang perantara 9 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa saluran pemasaran paling efisien berdasarkan nilai marjin pemasaran, farmer’s share dan tingkat keuntungan (profitability index) yang diperoleh terdapat pada saluran pemasaran III di Desa Ridan, dengan nilai keuntungan pemasaran sebesar Rp. 1.037,5 margin pemasaran sebesar Rp.1.905 dan nilai farmer’s share sebesar 77,91% dengan efisiensi pemasaran 20,19%.</p> Shorea Khaswarina Yeni Kusumawaty Eliza Eliza ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2019-01-30 2019-01-30 1 88 97 10.31258/unricsagr.1a12 Optimalisasi Penggunaan Lahan Saat Kelapa Sawit Replanting http://conference.unri.ac.id/index.php/unricsagr/article/view/a13 <p>Pemanfaatan lahan dapat di optimalkan dengan melakukan pertanian terpadu untuk memperoleh pendapatan keluarga di saat kelapa sawit replanting. Tujuan penelitian ini untuk menemukan Optimalisasi pemanfaatan lahan dengan Pertanian terpadu sebagai sumber pendapatan petani saat kelapa sawit replanting, usahatani mana yang memberikan pendapatan tertinggi bagi petani. Metode penelitian menggunakan metode survey, pengambilan sampel secara purposive sampling yang dijadikan sampel adalah petani yang melakukan usaha pertanian terpadu saat kelapa sawit replanting. data primer diperoleh dari petani langsung, data sekunder diperoleh dari dinas instansi terkait. Yang menjadi responden sebanyak 50 petani. Dari hasil penelitian diperoleh pendapatan dari pertanian terpadu Optimalisasi pemanfaatan lahan saat kelapa sawit replanting memperoleh Pendapatan pertanian terpadu tertinggi adalah kelapa sawit dan ternak sapi sebesar Rp 7.827.000/bulan, kelapa sawit dengan tanaman hortikultura pendapatan sebesar Rp 6.107.000/bulan ,kelapa sawit dan ternak ayam kampung Rp 5.827.000/bulan sedangkan ternak sapi saja pendapatan Rp 3.862.000/bulan.</p> Latifa Siswati Rini Nizar Enny Insusanty ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2019-01-30 2019-01-30 1 98 101 10.31258/unricsagr.1a13 Mewujudkan Kedaulatan Pangan Melalui Kegiatan Perluasan Sawah http://conference.unri.ac.id/index.php/unricsagr/article/view/a14 <p>Dalam rangka mewujudkan kedaulatan pangan, salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan menerapkan kebijakan ekstensifikasi melalui perluasan sawah baru. Tulisan ini bertujuan untuk menginformasikan tentang kendala yang dihadapi dan solusi yang diusulkan dalam menentukan lokasi yang layak dari aspek calon lokasi dan aspek calon petani untuk ilmu pengetahuan lebih lanjut dan pencetakan sawah. Survei investigasi dan desain lapangan cetak sawah dilakukan di 7 kabupaten di Provinsi Riau. Temuan utama yang diperoleh adalah: Pertama, sebagian besar calon lokasi yang tidak layak karena termasuk dalam kawasan hutan, sehingga kebijakan khusus perlu diterapkan mengingat beras merupakan kebutuhan dasar bagi penduduk Indonesia. Kedua, terdapat calon lahan yang memenuhi syarat tergantung pada aspek kesesuaian lahan dan irigasi sehingga perlakuan teknis khusus. Ketiga, terdapat calon petani yang belum pernah berusahatani padi, sehingga untuk berhasil dalam Program Ekstensi Beras, penyuluhan dan pendampingan diperlukan bagi petani dari aspek teknis produksi pertanian dan manajemen, serta manajemen kelompok tani. Keempat, dalam perluasan sawah baru biaya yang telah ditetapkan pada Rp. 16 juta/ ha, sedangkan di lapangan banyak kesulitan yang ditemukan, tergantung pada topografi, lokasi dan kebutuhan infrastruktur yang sedang dibangun. Oleh karena itu ada lokasi yang membutuhkan lebih banyak anggaran karena harus membangun sejumlah infrastruktur seperti pintu permanen atau tanggul sehingga sawah aman dari bahaya banjir atau pasang.</p> Djaimi Bakce ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2019-01-30 2019-01-30 1 102 112 10.31258/unricsagr.1a14 Intensifikasi Lahan Melalui Sistem Pertanian Terpadu: Sebuah Tinjauan http://conference.unri.ac.id/index.php/unricsagr/article/view/a15 <p>Tinjauan ini bertujuan untuk melihat dan mengumpulkan informasi tentang potensi lahan yang belum termanfaatkan secara optimal pada penerapan sistem pertanian terpadu. Intensifikasi pertanian yang merupakan pengolahan lahan pertanian yang ada dengan sebaik-baiknya untuk meningkatkan hasil pertanian dengan menggunakan berbagai sarana. Meningkatkan efisiensi penggunaan lahan, khususnya menjaga kesuburan lahan. Sistem pertanian berkelanjutan adalah kembali kepada alam, yaitu sistem pertanian yang tidak merusak, tidak mengubah, serasi, selaras dan seimbang dengan lingkungan atau pertanian yang patuh dan tunduk pada kaidah-kaidah alamiah sehingga akan dapat diwujudkan suatu sistem pertanian yang berkelanjutan. Tulisan ini menggunakan kajian studi kepustakaan pada jurnal-jurnal terkait dengan lahan pada sistem pertanian terpadu dengan mencari kesamaan, perbedaan, memberikan pandangan, serta meringkas hasil penelitian terdahulu guna mencapai tujuan tulisan ini. Tulisan ini mencakup studi kepustakaan pada perkembangan dan penggunaan lahan yang terjadi pada sistem pertanian terpadu pada daerah-daearah pertanian dengan lahan yang luas di indonesia pada saat dulu dan sekarang. Dari studi kepustakaan ini di dapatkan hasil bahwa dengan mengintesifkan penggunaaan lahan pada sistem pertanian terpadu bisa meningkatkan ketahanan pangan, kesejahteraan petani, meningkatkan lapangan pekerjaan, penciptaan teknologi terbarukan, dan pentingnya dukungan pemerintah terkait untuk terciptanya peluang bagi petani dalam meningkatkan skala pertaniannya serta meningkatkan kesuburan tanah sehingga pertanian berkelanjutan dapat terjadi dan lebih mensejahterakan petani dimasa yang akan datang.</p> Filya Hidayati Yonariza Yonariza Nofialdi Nofialdi Dwi Yuzaria ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2019-01-30 2019-01-30 1 113 119 10.31258/unricsagr.1a15 Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Usaha Ternak Ayam Petelur di Kabupaten Lima Puluh Kota http://conference.unri.ac.id/index.php/unricsagr/article/view/a16 <p>Sentra produksi usaha ternak ayam petelur di Sumatera Barat adalah kota Payakumbuh dan kabupaten Lima Puluh Kota. Keberlanjutan usaha ternak ayam petelur perlu diketahui faktor produksi apa yang menyebabkan peternak mampu bertahan. Penelitian ini menganalisis satu periode produksi kegiatan usaha ternak ayam petelur dan faktor-faktor produksi apa yang mempengaruhi pendapatan usaha ternak ayam ras petelur serta posisi produksi dalam siklus produksi. Metode penelitian dilakukan dengan metode survey, yang dilakukan kepada 30 peternak ayam ras petelur yang berlokasi di kecamatan Guguak dan Mungka. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode simple random sampling. Analisis data mengungkap beberapa variabel faktor-faktor produksi sebagai penentu pendapatan peternak ayam petelur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan rata-rata perbulannya adalah Rp 44.845.880.00. Hasil pendugaan model variabel bebas secara simultan positif dan signifikan mempengaruhi pendapatan. Pendugaan variabel produksi dalam model ternyata 74% bisa menjelaskan variabel pendapatan. Secara empirik model pendugaan memperlihatkan posisi produksi usahaternak ayam petelur adalah increasing return to scale.</p> Helmi Ali Rihan Ifebri Ratna Agustia Mega Putri N Zulkarnaini Zulkarnaini ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2019-01-30 2019-01-30 1 120 126 10.31258/unricsagr.1a16 Hubungan Kinerja Penyuluh Pertanian dengan Keberhasilan Kelompok Pemasaran Bersama Bahan Olahan Karet Rakyat (Bokar) di Kabupaten Kuantan Singingi http://conference.unri.ac.id/index.php/unricsagr/article/view/a17 <p>Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Kuantan Singingi bertujuan menganalis hubungan antara kinerja penyuluh dengan keberhasilan kelompok pemasaran bersama bokar dalam mengembangkan usaha pemasaran dan menganalis hubungan masing-masing faktor:Pengetahuan, keterampilan, motivasi, sikap, jarak tempat tinggal, dan fasilitas dengan kinerja penyuluh pertanian dalam pengembangan kelompok pemasaran bokar di Kabupaten Kuantan Singingi. Penelitian dilakukan dengan metode survey dengan mengumpulkan data primer dan sekunder. Responden petani dalam penelitian ini ditentukan secara proposional yaitu 10% dari setiap kelompok pada masing-masing kecamatan yang diteliti. Jumlah sampel ditentukan berdasarkan rumus Slovin. Analisis data yang digunakan yaitu uji koefisien korelasi jenjang Spearman (rs). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kinerja penyuluh pertanian berhubungan positif dan berpengaruh sangat nyata terhadap keberhasilan kelompok pemasaran bersama bokar dalam mengembangkan usaha pemasarannya di Kabupaten Kuantan Singingi, hal ini dengan kinerja yang tinggi penyuluh mampu membina usaha kelompok dan mengembangkan usaha-usaha produktif dengan pemanfaatan modal dari hasil penjualan bokar sehingga dapat meningkatkan sumber pendapatan kelompok pemasaran tersebut. Hubungan kinerja penyuluh pertanian berhubungan positif dan berpengaruh nyata dengan pengetahuan, keterampilan, motivasi, sikap sedangkan jarak tempat tinggal dan fasilitas tidak berpengaruh nyata namun memiliki hubungan positif. Hal ini jarak dan fasilitas bukan merupakan sesuatu hal yang dapat menghalangi kegiatan dan semangat penyuluh dalam mengembangkan kelompok pemasaran bersama bokar di Kabupaten Kuantan Singingi.</p> Meli Sasmi Haris Susanto ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2019-01-30 2019-01-30 1 127 133 10.31258/unricsagr.1a17 Kelayakan Ekonomi Usahatani Kedelai Varietas Grobogan di Kabupaten Semarang http://conference.unri.ac.id/index.php/unricsagr/article/view/a18 <p>Program produksi kedelai nasional menjadi pendorong agenda daerah dalam pengembangan kedelai di Kabupaten Semarang. Upaya pengembangan kedelai terutama varietas Grobogan dilakukan dengan model kemitraan agribisnis antara petani, pemerintah daerah, pengusaha, dan perguruan tinggi. Kemitraan agribisnis di Kabupaten Semarang telah dijalankan sejak awal 2017. Namun perluasan areal maupun peningkatan produksi yang signifikan belum nampak, antara lain karena petani sudah enggan bertanam kedelai. Tujuan penelitian adalah: 1) mengetahui gambaran penggunaan input produksi pada usahatani kedelai varietas Grobogan, dan 2) mengetahui kelayakan ekonomi usahatani kedelai varietas Grobogan. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Pabelan dan Bancak. Data primer diambil menggunakan teknik survei yakni mewawancarai petani dan informan kunci menggunakan kuesioner. Sampel ditentukan secara acak pada populasi petani kedelai di lokasi penelitian sejumlah 60 petani. Teknik analisis data meliputi analisis tabulasi digunakan untuk mengetahui kondisi sosio-ekonomi petani, dan kelayakan ekonomi menggunakan R/C ratio. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai R/C ratio dari usahatani kedelai adalah &gt; 1,478 yang berarti usahatani kedelai ini masih layak untuk dilaksanakan, namun masih sangat diperlukan adanya insentif usahatani.</p> Bayu Nuswantara Tinjung Mary Prihtanti Dina Rotua Valentina Banjarnahor Suprihati Suprihati Hendrik J Nadapdap ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2019-01-30 2019-01-30 1 134 141 10.31258/unricsagr.1a18 Faktor Produksi Usahatani Kelapa Dalam (Cocos nucifera Linn) pada Lahan Gambut di Kecamatan Kempas Kabupaten Indragiri Hilir http://conference.unri.ac.id/index.php/unricsagr/article/view/a19 <p>Pada Kecamatan Kempas, kelapa tumbuh pada lahan gambut. Keadaan lahan tentunya akan menentukan jumlah produksi dan pendapatan yang akan diterima petani. Tujuan penelitian untuk mengetahui: (1) sarana produksi, biaya, pendapatan dan efisiensi petani kelapa dalam pada lahan gambut di Kecamatan Kempas; (2) faktor-faktor yang mempengaruhi produksi kelapa dalam pada lahan gambut di Kecamatan Kempas. Metode penelitian menggunakan metode survey. Penelitian dilakukan pada bulan april 2018–mei 2018. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) produksi kelapa 4.008 butir/panen; sarana produksi yang digunakan oleh petani yaitu NPK, terusi, garam, herbisida; total biaya Rp 3.796.030; pendapatan bersih Rp 1.237.698 dan RCR 1,34. (2) Fungsi produksi <em>Cocos nucifera</em> kelapa dalam terhadap tenaga kerja dan terusi merupakan faktor yang tidak mempengaruhi produksi kelapa pada lahan gambut. Sedangkan luas lahan dan jumlah tanaman produktif mampu mempengaruhi produksi kelapa pada lahan gambut. Nilai koefisien determinasi 95%.</p> Khairizal Khairizal Sisca Vaulin Hajry Arief Wahyudy ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2019-01-30 2019-01-30 1 142 150 10.31258/unricsagr.1a19 Uji Potensi Cendawan Endofit Beauveria bassiana terhadap Perkecambahan dan Pertumbuhan Bibit Tanaman Cabai Merah (Capsicum annuum L.) http://conference.unri.ac.id/index.php/unricsagr/article/view/a20 <p>Peranan cendawan endofit dalam bidang pertanian banyak mendapat perhatian karena selain dapat meningkatkan ketahanan tanaman terhadap serangan hama maupun penyakit tanaman, juga mempunyai kemampuan dalam memacu perkecambahan dan pertumbuhan tanaman. Salah satu cendawan endofit yang diuji dalam penelitian ini adalah <em>Beauveria bassiana</em> berasal dari isolat tanaman gandum, tanaman kopi, tanaman kakao dan cendawan <em>Beauveria bassiana</em> dari serangga walang sangit (Leptocorisa acuta). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan kolonisasi cendawan endofit <em>Beauveria bassiana</em> dari isolat gandum, kakao, kopi dan serangga walang sangit terhadap benih dan bibit cabai, untuk mendapatkan waktu yang terbaik dalam memacu perkecambahan dan pertumbuhan bibit cabai melalui metode perendaman benih dengan suspensi <em>Beauveria bassiana</em> selama 2, 6 dan 10 jam. Hasil penelitian menunjukan bahwa semua isolat <em>Beauveria bassiana</em> mampu mengkolonisasi benih maupun bibit tanaman cabai dan Bb dari isolat gandum merupakan isolat yang terbaik memacu perkecambahan dan pertumbuhan bibit cabai dengan perendaman benih selama 6 jam.</p> Magdalena Saragih Trizelia Trizelia Nurbailis Nurbailis Yusniwati Yusniwati ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2019-01-30 2019-01-30 1 151 159 10.31258/unricsagr.1a20 Peranan Pemuka Pendapat dalam Pengendalian Kebakaran Lahan di Desa Tanjung Peranap Kecamatan Tebing Tinggi Barat Kabupaten Kepulauan Meranti http://conference.unri.ac.id/index.php/unricsagr/article/view/a21 <p>Kebakaran lahan merupakan bencana tahunan yang dialami Indonesia. Telah banyak upaya swadaya maupun pemerintah untuk pencegahan kebakaran hutan dan lahan. Upaya pendekatan baru yang dilakukan pemerintah dalam pencegahan kebakaran hutan dan lahan dengan mengedepankan sinergi antar lembaga dan masyarakat tingkat desa. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi pemuka pendapat yang ada untuk mengendalikan kebakaran lahan di Desa Tanjung Peranap, (2) menganalisis peranan pemuka pendapat dalam pengendalian kebakaran lahan di Desa Tanjung Peranap. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini mengunakan wawancara mendalam. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di dalam pengendalian kebakaran lahan, pemuka pendapat yang berpartisipasi adalah kepala desa, sekretaris desa, ketua badan permusyawaratan desa, penyuluh pertanian lapangan, pemuka adat dan ketua pemuda. Dalam pelaksanaan program tersebut pemuka pendapat sangat berperan. Peranan pemuka pendapat di Desa Tanjung Peranap mulai dari menginisiasi rembuk desa untuk pembentukan MPA, bersinergi dengan pemerintah untuk mensosialisasikan program penanggulangan kebakaran lahan, mengajak masyarakat berpartisipasi aktif untuk mendukung program pemerintah dan bersama melakukan pengolahan lahan tanpa bakar</p> Yulia Andriani Roza Yulida Rosnita Rosnita ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2019-01-30 2019-01-30 1 160 162 10.31258/unricsagr.1a21 Sikap Petani terhadap Bantuan Benih Padi Unggul di Desa Sukaping Kecamatan Pangean Kabupaten Kuantan Singingi http://conference.unri.ac.id/index.php/unricsagr/article/view/a22 <p>Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik petani, sikap petani terhadap benih padi unggul, mengukur hubungan karateristik petani dengan sikap petani terhadap bantuan pemerintah dan untuk mengetahui kepuasann petani padi di Desa Sukaping Kecamatan Pangean. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriftif, skala likert, metode analisis Importance and Performance Analysis dan Consumers Satisfaction Index atau Indeks Kepuasan Konsumen. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa sikap Petani Terhadap bantuan benih padi unggul dari pemerintah berada pada kategori cukup puas dengan jumlah ketegori 2.161 - 3.024 dengan 31 jiwa dari 36 responden yaitu 86,11%. Dimana karakteristik petani terhadap umur, pendidikan, jumlah tanggungan dan lama berusahatani tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan sikap petani. Sedangkan tingkat kepentingan atribut dan kepuasan petani terhadap atribut produk termasuk dalam rentan skala kategori puas dengan nilai skala 0,66%.</p> Resmiati Resmiati Mashadi Mashadi Haris Susanto ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2019-01-30 2019-01-30 1 163 172 10.31258/unricsagr.1a22 Analisis Tingkat Kemampuan Literasi Media Petani Perkebunan di Provinsi Riau http://conference.unri.ac.id/index.php/unricsagr/article/view/a23 <p>Provinsi Riau memiliki potensi besar pada sektor perkebunan. Dua komoditi yang menjadi andalan adalah kelapa sawit dan keret, dengan pelaku utama dan paling banyak adalah petani swadaya. Salah satu kemampuan petani yang diperlukan saat ini dengan memanfaatkan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi adalah kemampuan literasi media. Literasi media merupakan kemampuan petani memanfaatkan teknologi informasi untuk mencari atau mengakses melalui internet, memahami, memanfaatkan informasi dalam usahatani dan mengkomunikasikan informasi tersebut. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis tingkat literasi petani pekebun di Provinisi Riau. Penelitian dilakukan di empat kabupaten di Provinisi Riau, dengan jumlah petani responden 240 orang petani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat literasi petani berada pada level basic (skor 2,61), yang dikaji dari tiga aspek yaitu (1) aspek technical skill dengan skor 1,64 pada kategori basic; (2) Aspek critical understanding dengan skor 1,66 masuk pada kategori medium; dan (3) Aspek communication abilities pada kategori basic dengan skor 1,54. Hal ini menggambarkan bahwa masih rendahnya kemampuan petani baik petani kelapa sawit maupun karet dalam memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi seperti handphone (HP) atau smartphone yang mereka miliki untuk kebutuhan usahataninya. Peran penyuluh sangat diperlukan untuk meningkatkan litersi media petani pekebun, sehingga petani dapat memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam mengembangkan usahataninya.</p> Roza Yulida Rosnita Rosnita Eri Sayamar Yulia Andriani ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2019-01-30 2019-01-30 1 173 181 10.31258/unricsagr.1a23 Pembangunan Ekonomi Wilayah Perbatasan Antar-Negara di Provinsi Riau http://conference.unri.ac.id/index.php/unricsagr/article/view/a24 <p>Bagian dari Provinsi Riau terletak di Jalur Perdagangan Internasional Selat Malaka yang berdekatan dengan negara tetangga Malaysia, namun lokasi strategis tersebut belum dimanfaatkan secara optimal. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menemukan model dan strategi untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah perbatasan antara negara-negara di Provinsi Riau. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi pembangunan ekonomi daerah saat ini di daerah perbatasan antara negara-negara di Provinsi Riau. Data sekunder yang dikumpulkan dianalisis dengan statistik deskriptif dan analisis isi digunakan untuk menjawab tujuan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lokasi strategis tidak membuat lokasi prioritas pembangunan daerah perbatasan antar negara menjadi lebih maju dari daratan Riau. Kepadatan penduduk di kabupaten/ kota di daerah perbatasan relatif lebih rendah dibandingkan dengan kabupaten lain di Provinsi Riau. Sementara rasio jumlah penduduk produktif dan tidak produktif ideal dan dapat bonus demografi sebagai modal dasar pembangunan. Kabupaten/ kota yang terletak di daerah perbatasan antar negara pada wilayah pesisir dan laut dengan potensi sumber daya alam yang melimpah, namun belum dimanfaatkan secara optimal. Dalam rangka untuk membuat daerah-daerah perbatasan antara negara-negara di sejumlah kabupaten / kota di Provinsi Riau sebagai beranda depan perlu mempercepat pembangunan dan penataan sarana dan prasarana maritim. Pendekatan pembangunan daerah perbatasan yang berfokus pada pertahanan dan keamanan harus bergeser ke pendekatan pembangunan ekonomi dan sumber daya manusia. Selain itu, pemanfaatan potensi sumber daya alam perlu dilakukan dengan pendekatan hulu-hilir, khususnya pengembangan industri pengolahan yang dapat menghasilkan nilai tambah yang lebih tinggi.</p> Djaimi Bakce Almasdi Syahza Brilliant Asmit ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2019-01-30 2019-01-30 1 182 189 10.31258/unricsagr.1a24 Optimalisasi Pemanfaatan Lahan Marginal Kering untuk Budidaya Padi Gogo di Riau http://conference.unri.ac.id/index.php/unricsagr/article/view/a25 <p>Ketersediaan lahan untuk usaha pertanian merupakan syarat mutlak untuk mewujudkan swasembada, ketahanan, mandirian, dan kedaulatan pangan nasional. Lahan marginal kering berpotensi mendukung peningkatan produksi padi nasional. Keberadaannya menjadi solusi optimalisasi lahan kering sebagai pengganti lahan sawah yang terkonversi. Upaya menggalakkan budidaya padi gogo berpeluang besar dalam peningkatan produksi padi di Riau karena telah dibudidayakan masyarakat secara turun temurun. Budidaya padi gogo di Provinsi Riau umumnya diusahakan pada lahan marginal kering (Inceptisol, Ultisol), yang kendala utamanya adalah ketersedian air yang terbatas, kesuburan tanah rendah (terutama P terikat kuat oleh aluminium sehingga tidak tersedia), dan bahan organik rendah. Berbagai penelitian yang andal pada beberapa kondisi ketersedian air, penggunaan varietas ungggul dan dengan menerapkan teknologi tepat guna berupa pemberian bahan amelioran telah dapat mengoptimalkan pemanfaatan lahan marginal kering dan meningkatkan produktifitasnya. Selanjutnya untuk keberlangsungan budidaya padi gogo di lahan marginal kering tergantung pada konsistennya pemerintah pusat maupun daerah dalam menerapkan UU Nomor 41 Tahun 2009 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan.</p> Idwar Idwar Anthony Hamzah Besri Nasrul ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2019-01-30 2019-01-30 1 190 198 10.31258/unricsagr.1a25 Analisis Pemasaran Agroindustri Kerupuk Ubi Kayu di Desa Pulau Aro Kecamatan Kuantan Tengah Kabupaten Kuantan Singingi http://conference.unri.ac.id/index.php/unricsagr/article/view/a26 <p>Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis jumlah produksi, harga jual pengusaha kerupuk ubi kayu, dan pemasaran dari aspek saluran pemasaran. Pengambilan sampel untuk pengusaha agroindustri kerupuk ubi kayau diambil secara Proposif sebanyak 30. Sedangnkan pedagang pengumpul, yang diambil masih aktif melakukan kegiatan pemasaran kerupuk ubi kayu selama 6 tahun terakhir. Hasil penelitian jumlah produksi pengusaha kerupuk ubi kayu berkisar 145/Kg/bulan. Dengan pendapatan rata-rata per bulan sebesar Rp. 3.195.133,- dengan harga Rp.20.000,- sampai Rp.22.000,- Saluran pemasaran I kerupuk ubi kayu dipasarkan lasung dirumah, konsumen yang langsung datang kerumah membeli kerupuk ubi kayu dalam bentuk mentah. Saluran Pemasaran II kerupuk ubi kayu dalam bentuk mentah di pasarkan langsung dari rumah maupun ke tempat pasar-pasar tradisional yang terdekat ke pedagang pengumpul yang ada di pasar. Dalam memasarkan kerupuk ubi kayu, pengusaha hanya mengeluarkan biaya transportasi dari rumah kepasar sebesar Rp. 2000,- adapun jarak rumah dengan pasar berkisar 3 km dan ada juga kerupuk ubi kayu dijemput langsung oleh pedagang pengumpul ke rumah, pedagang pengumpul mengeluarkan biaya operasional, rata-rata Rp. 23.000,-/bulan atau sebesar Rp. 260,-/kg. Margin pemasaran kerupuk ubi kayu di peroleh sebesar Rp. 2.400,-/kg. Margin pemasaran saluran pemasaran II yang dikelaurkan oleh pedagang pengumpul sebesar Rp. 3.000,-/kg. dengan harga jual 24.400,-/kg. Efisiensi pemasaran pada saluran pemasaran I adalah 0 %, lebih kecil nilai efisiensi pemasaran pada saluran pemasaran II adalah 1,07%. Hal ini berarti saluran pemasaran I lebih efisien dari pada saluran pemasaran II. Pada saluran pemasaran I marjin pemasarannya adalah Rp. 0,-.</p> Jamalludin Jamalludin Chezy WM Vermila Andi Alatas ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2019-03-15 2019-03-15 1 199 209 10.31258/unricsagr.1a26 Pemberian Pupuk Kompos Solid Plus (Kos Plus) dan Pupuk NPK Mutiara 16:16:16 terhadap Pertumbuhan dan Produksi Cabai Merah (Capsicum annum L.) http://conference.unri.ac.id/index.php/unricsagr/article/view/a27 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian Pupuk Kosplus dan Pupuk NPK Mutiara 16:16:16 terhadap pertumbuhan dan produksi Cabai Merah (<em>Capsicum annum</em>. L), baik secara tunggal maupun interaksi. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial yang terdiri dari 2 faktor, yaitu S (Pupuk Kosplus) terdiri dari S0 (kontrol), S1 (Pupuk Kosplus 1,68 kg/plot), S2 (Pupuk Kosplus 3,36 kg/plot), S3 (Pupuk Kosplus 5,04 kg/tanaman). Faktor kedua terdiri dari P0 (kontrol), P1 (pupuk NPK 16:16:16 5,25 g/tanaman), P2 (pupuk NPK Mutiara 16:16:16 10,50 g/tanaman), P3 (pupuk NPK Mutiara 16:16:16 15,75 g/tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perlakuan Pupuk Kosplus secara tunggal memberikan pengaruh yang nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah buah, berat buah. Berdasarkan kesimpulan perlakuan terbaik pada tinggi tanaman adalah S1 (92,86), jumlah buah S2 (351,76) dan berat buah S2 (125,56). Sedangkan pupuk NPK Mutiara 16:16:16 secara tunggal memberikan pengaruh nyata pada jumlah buah dengan perlakuan terbaik pada P3 (126,61). Secara interaksi pemberian pupuk kosplus dan pupuk NPK Mutiara 16:16:16 tidak memberikan pengaruh nyata.</p> Frikles Gultom Chairil Ezward Seprido Seprido ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2019-03-15 2019-03-15 1 210 219 10.31258/unricsagr.1a27 Pemanfaatan Kompos Tandan Kosong Kelapa Sawit Plus (KOTAKPLUS) terhadap Produksi Kedelai (Glycine max L.) pada Tanah Ultisol http://conference.unri.ac.id/index.php/unricsagr/article/view/a28 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis penggunaan pupuk kompos tandan kosong kelapa sawit plus (KOTAKPLUS) pada produksi tanaman kedelai. Penelitian ini dilakukan di BBI Sungai Rumbio Desa Koto Kari Kecamatan Kuantan Tengah Kabupaten Kuantan Singingi. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 6 taraf perlakuan dan 3 kelompok sehingga terdapat 18 unit satuan percobaan. Perlakuan yang diberikan adalah: A = Tanpa masukan apapun (kontrol). B = KOTAKPLUS 10 ton/ha + 100% pupuk anorganik, C = KOTAKPLUS 20 ton/ha + 100% pupuk anorganik, D = KOTAKPLUS 30 ton/ha + 100% pupuk anorganik, E = Kompos tandan kosong kelapa sawit saja 20 ton/ha + 100 % pupuk anorganik, F = 100% pupuk anorganik. Hasil pengamatan pada masing-masing perlakuan dianalisis secara statistic dengan analisis sidik ragam (ANSIRA), kemudian dilanjutkan dengan Uji Lanjut Beda Nyata Jujur (BNJ) pada taraf 5 %. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan bahwa perlakuan D merupakan perlakuan terbaik terhadap parameter tinggi tanaman umur 14, 28, 42 HST, (cm), Jumlah Polong pertanaman (buah), Berat Biji pertanaman (gram), dan Berat 100 Biji (gram).</p> A Haitami Wahyudi Wahyudi ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2019-03-15 2019-03-15 1 220 225 10.31258/unricsagr.1a28