Penguatan kelembagaan desa adat di Kampung Lubuk Jering Kecamatan Sungai Mandau Kabupaten Siak

  • Abdul Sadad Jurusan Ilmu Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Riau
  • Dadang Mashur Jurusan Ilmu Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Riau
  • Tito Handoko Jurusan Ilmu Pemerintahan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Riau
Keywords: policy, regulation, goverment, service

Abstract

This service aims to provide institutional strengthening of traditional villages in the administration, development and service to the community in Lubuk Jering Village, Sungai Mandau District. The problem that occurs is due to increasingly complex systems of life in the midst of indigenous village communities as a result of the influence of urbanization from other regions. Traditional villages in Siak Regency are one form of traditional government system in Indonesia that has undergone many changes. The change concerns various aspects of social life that touch the values, norms, attitudes and patterns of behavior of the people. The method used is the extension method. The implementation of community service in the context of strengthening customary institutions in Lubuk Jering Village, Mandau District can be concluded to have successfully provided counseling. This success was demonstrated, among others, by the compatibility of the material with the needs of village government officials and the community in an effort to strengthen Then there was a positive response (70%) of participants based on the questionnaire distributed, which was indicated by the questions and responses given during the service. Most of the participants understood the importance of strengthening adat institutions in Kampung Lubuk Jering, Sungai Mandau District, Siak Regency.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ardika, W., & D. Putra (ed). 2004. Politik Kebudayaan dan Identitas Etnik. Bali: Fakultas Sastra Universitas Udayana dan Balimangsi Press.

Baik, B. S., Wahono, Danisworo, Mohammad, & Widjaja. 2002. Kembali ke Akar: Kembali Ke Konsep Otonomi Masyarakat Asli. Jakarta: FPPM H.

Bintaro. R. 1989. Dalam Interaksi Desa – Kota dan Permasalahannya. Jakarta. Ghalia Indonesia.

Dharmayuda, I. M. S. 2001. Desa Adat Kesatuan Masyarakat Hukum Adat di Bali. Denpasar: Upada Sastra.

Gunawan, D. H., A. Achdian & B. A. Yulianto. 2013. JALAN BARU OTONOMI DESA: Mengembalikan Otonomi Masyarakat (Studi Kasus Bali, Sumatera Selatan dan Flores). Jakarta. Kemitraan Perpustakaan.

Lexy. J. M. 2002. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung. PT Remaja Rosdakarya.

Martokusumo. 2000. Revitalisasi Kawasan Kota Sebuah Catatan dalam Pengembangan dan Pemanfaatan Kawasan Kota. Urban and reginal development institute.

Nirwanto,A. 2003. Otonomi Daerah Versus Desentralisasi Korupsi. Semarang. Aneka Ilmu.

Nurcholis, H. 2011. Pertumbuhan dan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa,. Jakarta. Erlangga.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2014 Tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa.

Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2015 Tentang Penetapan Kampung Adat di Kabupaten Siak.

Sugiyono. 2009. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif-R&D. Alfabeta. Bandung.

Suryaningrat, B. 1980. Desa dan Kelurahan Menurut UU No 5 Tahun 1979. Jakarta.

UU No 6 Tahun 2014 Tentang Desa Peraturan Menteri Dalam Negeri No.52 Tahun 2014 Tentang Pedoman Pengakuan Dan Perlindungan Masyarakat Hukum Adat.

Widjaja, H. 2012. Otonomi Desa Merupakan Otonomi yang Asli, Bulat dan Utuh. Jakarta. Rajawali Press.
Published
2019-10-30
How to Cite
Sadad, A., Mashur, D., & Handoko, T. (2019). Penguatan kelembagaan desa adat di Kampung Lubuk Jering Kecamatan Sungai Mandau Kabupaten Siak. Unri Conference Series: Community Engagement, 1, 684-689. https://doi.org/10.31258/unricsce.1.684-689