Upaya pengembangan kuliner tradisional puluik pucung di Kecamatan Kuantan Mudik Kabupaten Kuantan Singingi

  • Basri Basri Universitas Riau
  • Yoserizal Yoserizal Universitas Riau
  • Yesi Yesi Universitas Riau
Kata Kunci: kuliner tradisional, puluik pucung, Kuantan Singingi

Abstrak

Kuliner tradisional penuh dengan citarasa dan khas di daerah seperti puluik pucung di Kuantan Mudik. Puluik pucung selama ini hanya dibuat untuk mengisi perhelatan saja, padahal potensi untuk dipasarkan cukup tinggi. Kegiatan pengabdian masyarakat akan dilaksanakan di Kecamatan Kuantan Mudik Kabupaten Kuantan Singingi. Sasaran kegiatan pengabdian ini adalah yakni aparat desa, masyarakat Desa Kuantan Mudik yang memiliki kemampuan untuk mengolah dan membuat puluik pucung tersebut. Adapun tujuan kegiatan pengabdian merumuskan bersama masyarakat tentang variasi rasa serta cara-cara pengembangan dan pemasaran dari puluik pucung, dan menemukan media-media yang cocok sebagai sarana pengembangan dan pemasaran. Hasil pengabdian kepada masyarakat dapat dilihat dari kemampuan pemahaman peserta akan materi yang disampaikan sangat baik terlihat dari pertanyaan-pertanyaan yang disampaikan pada sesi diskusi. Peserta mampu menyerap dan menanggapi materi yang disampaikan oleh tim penyuluhan terkait dengan potensi pengembangan dan pemasaran puluik pucung. Kegiatan ini juga memberikan pengetahuan kepada peserta mengenai cara yang tepat dan benar dalam mengembangkan potensi kue-kue tradisional lainnya agar lebih dikenal dan diminati oleh masyarakat luas.

##plugins.generic.usageStats.downloads##

##plugins.generic.usageStats.noStats##

Referensi

Altman, I. 1980. Culture and Environment. California: Brooks/Cole Publishing

Brannen, J. 2002. Memadu Metode Pengabdian Kualitatif & Kuantitatif. Jakarta: Pustaka Pelajar.

Suparlan, P. 1984. Manusia Kebudayaan dan Lingkungannya. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada Jakarta.

Danumihardja, S. 1987. Model Pengembangan Desa: Sebuah Kajian Sosiologi Arsitektur Perdesaan di Jawa Barat. Tesis Magister Arsitektur, Program Pasca Sarjana-ITB.

Doxiadis, C. A. 1968. Ekistics: An Introduction to The Science of Human Settlement. New York: Oxford University Press.

Garna, Y. 1984. Pola Kampung dan Desa, Bentuk serta Organisasi Rumah Masyarakat Sunda. Bandung: Pusat Ilmiah dan Pengembangan Regional (PIPR).

Nuryanto. 2007. Kajian Pola Kampung dan Rumah Tinggal pada Arsitektur Tradisional Kasepuhan Ciptagelar dan Kasepuhan Ciptarasa, Kab. Sukabumi, Jawa Barat. Laporan Penelitian, Jurusan Pendidikan Teknik Arsitektur, FPTK Universitas Pendidikan Indonesia.

Pribadi, J. 1978. Perencanaan Desa. Direktorat Penyelidikan Masalah.

Rapoport, A. 1977. Human Aspects of Urban Form: Towards a Man Environment Approach to Urban Form and Design. New York: Oxford University Press.

Soedjito. 1987. Aspek Sosial Budaya dalam pembangunan pedesaan. Yogyakarta: PT Tiara Wacana Yogyakarta.

Diterbitkan
2019-09-23