Pondok literasi berbasis kearifan lokal sebagai media pembelajaran di SD Negeri 024 Banjar XII, Tanah Putih, Rokan Hilir, Riau

  • Wendi Silitonga Universitas Riau
  • Sandewa Jopanda Universitas Riau
  • Ayu Syafitri Universitas Riau
  • Putriany Yoranda Universitas Riau
  • Mita Rosaliza Universitas Riau
Keywords: literacy, library, Rokan Hilir

Abstract

Perpustakaan merupakan salah satu sarana belajar yang cukup penting dalam institusi pendidikan. Di zaman era global seperti sekarang, bahkan TK dan PAUD wajib memiliki perpustakaan sebagai wujud upaya pemerintah mencerdaskan kehidupan bangsa. Ketidakberadaan perpustakaan, menjadi satu dari beberapa factor rendahnya minat baca.Tulisan ini membahas Pondok literasi sebagai media belajar di SDN 024 Menggala Jounction, Banjar XII, Kecamatan Tanah Putih, Kabupaten Rokan Hilir. Beberapa metode yang penulis lakukan ialah membangun pondok literasi (RAMBU POLISI), membukadonasi buku dan sebagainya (SIM B), program senandung kisah literasi yang dilakukan dengan monolog (SEKILAS), belajar tentang karakter (BETTER), pembelajaran ceria dan kreatif (CERIBEL), dan terakhir program reading book culture yang penulis sebut RIAU (reading is a culture). Tulisan ini memberikan sebuah penjelasan sosiologis mengenai fungsi pondok dan menganalisis pendapat masyarakat umumnya dan warga sekolah khususnya untuk mengetahui respons dan dampak dari adanya pondok tersebut.Pondok merupakan salah satu budaya kearifan negeri yang tersebar di berbagai nusantara yang biasanya digunakan sebagai tempat berkumpul atau bermain. Dari studi kasus di Desa Menggala Jounction yang dilaksanakan pada bulan April-Juni 2019 lalu, penulis menemukan bahwa hegemoni teknologi masa kini belum masuk pada masyarakat Menggala Jounction. Pondok literasi yang berbasis local wisdom masih mampu menarik minat baca dan tulis.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Bungin, Burhan. 2006. Sosiologi Komunikasi: Teori, Paradigma, dan Diskursus Teknologi Komunikasi di Masyarakat. Jakarta: Kencana Prenada Media.

Departemen Pendidikan Nasional.2008. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Hidir, Achmad. 2009. Antropologi Budaya; Perspektif Ekologi dan Perubahan Budaya. Pekanbaru: Unri Press.

Idi, Abdullah. 2011. Sosiologi Pendidikan: Individu, Masyarakat, dan Pendidikan. Jakarta: Rajawali Pers.

Indra, Rahman. 2017. Memaknai Buku dan Minat Baca di Hari Buku Nasional 2017. (https://m.cnnindonesia.com/gaya-hidup//20170517114249-277-215422/memaknai-buku-dan-minat-baca-di-hari-buku-nasional-2017.html Diakses tanggal 8 Januari 2019 pukul 19.30 WIB).

Prasetyo, W. B. 2018. IMD World Competitiveness 2018, Peringkat RI Turun Jadi 43. https://www.beritasatu.com/ekonomi/495733-imd-world-competitiveness-2018-peringkat-ri-turun-jadi-43.html Diakses tanggal 8 Januari 2019 pukul 22.40 WIB).

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Published
2019-09-23
How to Cite
Silitonga, W., Jopanda, S., Syafitri, A., Yoranda, P., & Rosaliza, M. (2019). Pondok literasi berbasis kearifan lokal sebagai media pembelajaran di SD Negeri 024 Banjar XII, Tanah Putih, Rokan Hilir, Riau. Unri Conference Series: Community Engagement, 1, 388-393. https://doi.org/10.31258/unricsce.1.388-393