Penguatan Iptek dan kearifan lokal dalam pengelolaan perikanan di Desa Pangkalan Jambi Kecamatan Bukit Batu Kabupaten Bengkalis

  • Dadang Mashur Universitas Riau
  • Ridwan Manda Putra Universitas Riau
  • Herman Herman Universitas Riau
  • Mayarni Mayarni Universitas Riau
  • Mimin Sundari Nasution Universitas Riau
  • Eka Hariyani Universitas Riau
  • Musadad Musadad Universitas Riau
  • Risky Arya Putri Universitas Riau https://orcid.org/0000-0003-0224-5856
Kata Kunci: kelembagaan, pengelolaan, penguatan IPTEK, perikanan

Abstrak

Daerah pesisir memiliki banyak potensi sumber daya yang pemanfaatannya belum optimal. Salah satu potensi yang harus dikembangkan adalah potensi sumber daya manusia, dengan kemampuan dan kreativitas, manusia dapat menciptakan dan mengembangkan segala hal yang awalnya tidak diperhatikan dan memiliki nilai jual rendah menjadi sesuatu yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Penguatan Iptek ini bertujuan untuk memotivasi masyarakat desa terutama nelayan untuk mengembangkan kreativitas sehingga bisa meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat nelayan. Kegiatan penguatan iptek ini dilakukan di Desa Pangkalan Jambi dengan dua model yaitu penerapan dengan model Center for Environment and Society yaitu memanfaatkan penggunaan secara produktif modal sosial dan pengelolaan sumber daya perikanan dengan ramah lingkungan. Penerapan kedua yakni dengan model Entrepreneuership Capacity Building (ECB) terkait dengan kemampuan masyarakat berwirausaha. Kegiatan penguatan IPTEK dan kearifan lokal berupa pembinaan terhadap masyarakat nelayan dalam pengelolaan hasil perikanan seperti keripik, nugget, bakso, minyak ikan, sebagai obat-obatan dan jelly ikan sebagai kosmetik. Kemudian pembinaan kelembagaan serta pendampingan untuk pemasaran. Selama ini nelayan hanya mampu menjual hasil tangkapannya secara langsung tanpa adanya pengolahan berbasis teknologi. Setelah dilakukan pengabdian, ada tiga program yang dilakukan diantaranya pembentukan skill individu dalam pengolahan ikan, pembentukan kelompok serta bantuan manajemen pemasaran.

##plugins.generic.usageStats.downloads##

##plugins.generic.usageStats.noStats##

Referensi

Bagong, S. 2001. Kemiskinan dan Pemberdayaan Masyarakat Miskin. Kebudayaan dan politik 14(4): 25-42

Buchanan, R. A. 2006. Sejarah Teknologi (History of Technology), terj. Saut Pasaribu. Yogyakarta: Pall Mall.

Irianto, S. 2008. Nelayan Di Mata Kita Sebuah Perspektif Berpikir Sistem. Pekanbaru: CV. Sukabina.

Kamal, E. 2013. Otonomi Daerah Dan Pemberdayaan Nelayan. Pusitkom: Universitas Bung Hatta.

Kusnadi. 2006. Filosofi Pemberdayaan Pesisir. Bandung: Humaniora.

Kusnadi. 2007. Strategi Hidup Masyarakat Nelayan. Yogyakarta : LkiS.

Kusumastanto, T., & Satria A. 2011. Strategi Pembangunan Desa Pesisir Mandiri. Menuju Desa 2030. Bogor: Crestpent Press.

Syahza, A., D. Bakce, & B. Asmit. 2018. Increasing the awareness of palm oil plantation replanting through farmers training. Riau Journal of Empowerment 1(1): 1-9. https://doi.org/10.31258/raje.1.1.1

Soemarwoto, O. 2001. Ekologi, Lingkungan Hidup, dan Pembangunan. Jakarta: Penerbit Djambatan.

Suharto, E. 2009. Membangun Masyarakat Memberdayakan Rakyat. Bandung: PT. Refika Aditama.

Totok & Poerwoko. 2012. Pemberdayaan Masyarakat dalam Prespektif Kebijakan Publik. Bandung: Alfabeta.

Tuwo, H. A. 2011. Pengelolaan Ekowisata Pesisir dan Laut. Surabaya: Brilian Internasional.

Diterbitkan
2019-09-23

##plugins.generic.recommendByAuthor.heading##